Ku Rasakan Cinta dan Ketentraman Hati Setiap Ku Bersedekah
Ajaib memang bagaimana aku bisa merasakan cinta dan ketentraman setiap ku bersedekah. Tapi ya memang begitulah yang kurasakan. Ada rasa senang, tentram, bahagia yang aku sendiri bingung mengapa bisa begitu seakan-akan aku akan menerima sesuatu yang besar dan bisa membuat ku bahagia. Tapi apa ya, aku tidak mengerti.
Bahkan ada hal yang bener-bener membuatku heran kenapa aku bisa senyum bahagia sendiri dan ada perasaan untuk tidak meninggalkan sholat. Biasanya untuk melakukan sholat terasa berat sekali dan bahkan bahkan jika ingin sholat selalu saja ada alasan untuk menundanya sampai lupa jika waktu sholatnya sudah habis seakan-akan sholat bukan merupakan hal penting bagiku. Inikah yang namanya Hidayah ? Entahlah.
Akhir-akhir ini aku merasakan kegundahan di hati, hari-hariku terasa hampa dan bosan sehingga hal yang sepele saja bisa membuatku tersinggung. Gak Enak banget! Hari-hari yang kelam, dan anehnya aku merasakan perasaan was-was dan takut tanpa sebab apapun. Efek dari perasaan seperti itu membuatku susah untuk konsentrasi pada apapun yang kukerjakan, rasa malas yang makin menggila sangat gak berguna.
Semua itu berawal ketika aku bertemu seorang nenek di stasiun bus.
Siang itu aku menerima panggilan HP dari sahabatku, dia minta tolong supaya Router Mikrotiknya di setting di warnet yang dia barusan selesai dia diinstall berlokasi di Kota Berastagi 2,5 jam dari Medan. Akupun membuat janji untuk datang kesana esok harinya. Segera aku bersiap-siap mendata alat-alat kerja yang akan kubawa kesana.
Akupun berangkat naik angkot dari Medan pukul 10:00 wib ke stasiun Bus tujuan ke Berastagi, pada waktu itu aku hanya membawa uang buat ongkos seadanya aja. Ketika sampai di stasiun bus itu biasanya ada seorang nenek yang biasa menjual barang daganganya yang disusun di dalam kotak indomie. Yang dia kalungkan di lehernya seperti penjual asongan pada umumnya. Setiap aku mau berangkat ke Berastagi selalu nenek ini ku lihat menjajakan barang dagangannya.
Nenek ini biasa menjajakan barang dagangannya secara duduk tidak berjalan menawarkan dagangannya ke penumpang, Untuk bangkit dari tempat dia duduk terasa berat dan berjalan menawarkan dagangannya ke penumpang saja terseok-seok dan aku juga melihat farises yang menonjol Jelas di betis nenek itu menandakan kerasnya ia bekerja di hari tuanya. Dan yang membuatku baru sadar nenek ini tidak pernah mengenakan sendal setiap ia berjualan Tak terbayangkan panasnya aspal yang setiap hari ia pijak.
Biasanya aku setiap di tawari untuk membeli sebotol aqua aku menolak secara halus. Bahkan aku sudah membeli sebotol aqua yang dingin duluan agar supaya nenek itu tak menawari sebotol aqua padaku. (Kalo ingat itu aku malu sekali pada diriku). Entah berapa penumpang yang menolak membeli daganan nenek itu, padahal kalaupun semua dagangannya dibeli semua pun tak lebih dari Rp. 200.000. Sebuah nilai uang yang kecil bagi kita.
Tapi entah apa yang menggerakanku tiba-tiba saja aku hanya ingin memberikan sedekah ke nenek itu dan langsung naik ke bus tanpa basa - basi. Nenek itu tiba-tiba dengan sangat bersusah payah berdiri dan dengan terseok-seok menghampiri jendela bus tempat aku duduk, hanya untuk mengatakan "Terima Kasih ya Nak ku, apanya Marga mu ... dengan logat batakknya" dengan mata yang berkaca-kaca. Waktu itu rasanya jantungku sepertu di panah ratusan anak panah. Ya Allah.... perihnya hati ini menyaksikan nenek itu hampir menangis mengucapkan terima kasih. Dan yang membuatku hampir menangis juga ternyata aku melihat di dalam kotak asongannya tempat dia menyimpan uangnya, yang kelihatan uang yang kuberikan tadi. Berarti dari tadi belum ada yang beli dagangan nenek ini. Bahkan nenek itu ingin memberikan secara cuma-cuma tisu dan sebotol aqua....
Mungkin bagiku jumlahnya kecil tapi mungkin bagi nenek itu berharga sekali. Betapa malunya aku kadang membelanjakan uang seenak hati bahkan sering membeli sesuatu yang tidak kubutuhkan, dimana ada orang lain mencari uang yang hanya untuk makan sehari susahnya minta ampun. Ya Allah ... aku lupa Nikmatmu .. aku lupa dengan ada hak orang lain dari rezeki yang engkau berikan padaku dan ketika aku sudah menerima hasil kerjaku itupun aku masih mengeluh ini kurang.
Diperjalanan itu berfikir dimana anak-anak nenek itu mengapa diusianya yang sangat renta masih bekerja kerja keras di kota Medan yang panas ini. Tiba - tiba perasaan hangat mengalir di hati, perasaan damai, tentram dan cinta peduli ke orang lain serta terbayang sholat yang ku abaikan. Ada apa ini ......?!!! kok bisa begini .... tiba aku tersenyum bahagia gak jelas... loh kok..... aku merasakan seperti akan menerima sesuatu .. tapi apa ..
Aku Merasakan Hiporia yang bergemuruh di hati .. aku merasa bumi dan langit seperti nya luas sekali untuk ke jelajahi Aku merasa sudah curhat kepada semua orang .. Ya Allah apa ini.. jika ini anugrah mu Ya Allah jangan pernah engkau cabut nikmat ini ..............
